Cara Menyiapkan Makanan Untuk Anak Autis Yang Tepat

Leave a Comment

Cara Menyiapkan Makanan Untuk Anak Autis Yang Tepat

makanan anak autis yang cepat dan bagus serta sehat


Autisme merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kebutuhan khusus sehingga perlu perhatian lebih dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Kondisi autisme ini bisa disebabkan karena kelainan genetik sejak lahir dan kemudian menyebabkan tumbuh kembangnya menjadi terhambat, baik itu secara verbal maupun non verbal. Perkembangan anak autis jauh lebih lambat bila dibandingkan dengan anak-anak lain di usianya.

Autisme dapat menyerang siapapun, namun bukan berarti kita sebagai orang tua hanya akan membiarkannya begitu saja bila anak kita menghadapi kondisi demikian. Perlu pola asuh yang baik sehingga perkembangan anak autis tetap bisa berjalan normal. Selain pola asuh yang tepat, pola makan anak autis juga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Nah untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan bahasa lebih lanjut mengenai cara menyiapkan makanan untuk anak autis yang tepat.

1. Hindari bahan makanan yang dilarang bagi anak autis

Perlu kita ketahui jika ada beberapa makanan yang dilarang untuk diberikan kepada anak autis. Mengapa? Karena bisa jadi makanan-makanan tersebut malah dapat menjadi penghambat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak autis. Berikut ini beberapa daftar makanan yang tidak disarankan diberikan kepada anak autis.

  • Ragi, makanan hasil fermentasi ini dilarang dikonsumsi bagi anak autis. Hal ini karena ragi bisa menyebabkan masalah pencernaan. Namun jika hal ini sudah terjadi, maka ada baiknya jika anak langsung diberikan minuman probiotik. 
  • Ikan, ikan memang dilarang dikonsumsi bagi anak autus, namun tak semua ikan dilarang. Yang tidak diperbolehkan adalah ketika ikan tersebut memiliki kandungan merkuri di dalamnya seperti makarel, tuna, dan ikan hiu. Ini bisa menyebabkan pemicu gejala ADHD pada anak autis. 
  • Mie instan, kandungan bahan dasarterigunya mengandung gluten yang akan sangat sulit dicerna bagi anak autis. Sehingga membuat masalah pencernaan bisa muncul kapan saja pada anak autis 
  • Pasta,sama halnya seperti mie, kandungan dasar terigu di dalamnya mengandung gluten yang bisa menganggu pencernaan. 
  • Junk food, hindari makanan instan atau junkfood pada anak autis. Semua makanan junkfood benar-benar tidak dianjurkan bagi anaka autis karena bisa menyebabkan gejala hiperaktif berlebihan atau ADHD. Selain itu, kandungan sodium yang tinggi juga tidak baik bagi kesehatan termasuk orang normal sekalipun. 
  • Jus kemasan, minuman-minuman kemasan seperti ini biasanya mengandung zat aditif yang tidak diperbolehkan bagi anak autis. Akan lebih baik untuk memberikannya jus yang kandungannya 100% alami. 
  • Keju, kandungan kasein yang cukup tinggi dalam keju akan menyebabkan anak autis menjadi kesulitan ketika akan berkomunikasi maupun melakukan kontak sosial lainnya. namun efek ini tak berdampak secara umum, hanya pada beberapa anak-anak saja yang bisa terkena. 
  •  Es krim, meskipun lezat namun kandungan kasein dalam es krim juga sangat tinggi yang bisa menyebabkan efek yang sama seperti keju 
  • Daging merah, bahan makanan ini dapat menyebabkan kemampuan fokus pada anak autis menjadi sangat buruk bahkan memicu gejala ADHD. Untuk pengganti daging, anda bisa memberikan ikan salmon atau udang. 
  • Jagung, jenis sayuran ini bisa menyebabkan anak autis menjadi mudah terserang gejala hiperaktif. Untuk menggantikan jagung, anda bisa memberikan sayuran lainnya semisa paprika atau bayam. 
  • Kacang kedelai, jangan memberikan olahan kacang kedelai pada anak autis karena ini bisa menyebabkan terhambatnya cara berpikir pada anak autis. Selain itu, mereka juga tiba-tiba terserang alergi yang malah dapat membahayakan. 
  • Nasi Putih, mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula yang tinggi juga dilarang bagi anak penderita autism, dan salah satunya yaitu nasi. Jika kadar gula darah di dalam tubuh tidak stabil, bisa menyebabkan anak semakin hiperkatif dan tidak mudah ditangani. Selain itu, saat kadar gulanya terlalu tinggi maka bisa menyebabkan munculnya jamur di dalam saluran pencernaan. Anda bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah yang kandungan gulanya tidak terlalu tinggi. 
  • Roti, makanan ini mengandungn bahan dasar tepung terigu yang cukup tinggi dan itu akan membahayakan ketika dikonsumsi oleh anak autis. Anda bisa menggantikan roti tersebut dengan pancake yang berbahan dasar buah-buahan. 

Daftar makanan di atas sebaiknya tidak diberikan kepada anak autis. Kandungan didalam makanan tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan semakin terganggu.

2. Jangan Buat Dalam Porsi Besar

Seperti yang kita ketahui, mengasuh anak dengan kebutuhan khusus memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Apalagi jika anak begitu sensitive terhadap makanan bahkan hingga menghindar. Jika tidak ditangani dengan baik malah akan berpotensi sebagai gizi buruk.

Jangan langsung memberikan makanan kepada anak dalam porsi yang besar. Anda bisa memberikan dalam porsi-porsi yang kecil terlebih dahulu sampai anak terbiasa dengan makanan yang anda berikan. Sehingga pemenuhan gizi pada anak kebutuhan khusus bisa sempurna.

3. Lembut Namun Tetap Bertekstur

Sistem metabolisme pada anak autis berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Hal ini karena adanya kelainan pencernaan yang ditemukan banyaknya lubang-lubang kecil di saluran pencernaan, tepatnya di bagian mukosa usus. Untuk itu lah pada anak autis tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan-makanan yang sulit dicerna seperti kasein (pada protein dan susu) serta gluten (pada protein dan gandum).

Selain menghindari makanan-makanan tersebut, penting pula untuk memberikan makanan yang lembut namun tetap bertekstur sehingga mudah dicerna oleh sistem pencernaan anak autis.

4. Makan Dihias Atau Berwarna Yang Disukai Anak

Jika anak sulit menerima atau menolak makan, cobalah untuk menghias atau memberikan warna pada makanan agar disukai anak. Tak jarang dengan hal-hal yang mencolok seperti ini bisa menarik perhatian anak autism sehingga penasaran dengan hal tersebut. Dari sanalah anda bisa mencoba untuk memberikan asupan makanan tersebut pada anak.

cara cepat mendapatkan baby sitter untuk anak autis 
5. Letakkan Makanan Di Wadah Anti Pecah Dan Anti Tumpah

Tak jarang sebagai orang tua terkadang sulit mengendalikan sikap dan tingkah laku dari anak-anak kebutuhan khusus, apalagi jika sedang dalam kondisi hiperaktif. Untuk menghindari adanya resiko makanan tumpah maupun wadah mangkuk pecah, maka gunakan wadah anti pecah dan anti tumpah saat memberikan makanan kepada anak autis.

Kesimpulan

Peran orang tua benar-benar akan sangat membantu dalam pola asuh anak autis sehingga pertumbuhan dan perkembangannya tidak akan terhambat dan tetap berjalan baik. Jangan merasa rendah diri dengan kondisi yang anak yang demikian. Jadikan penyemangat agar anak-anak bisa tetap tumbuh meskipun berbeda dengan anak-anak sebayanya. Cara menyiapkan makanan untuk anak autis yang baik tetap wajib kita lakukan.



Kalau kita membutuhkan bantuan tenaga ahli untuk merawat anak autis, kita bisa mencari beberapa penyedia atau penyalur tenaga ahli yang punya kemampuan khusus menangani anak autis. Misalnya kita bisa hubungi Yayasan Harapan Bunda yang telah berdiri sejak 1996. Yayasan ini sejak lama telah berhasil menyalurkan menyalurkan pengasuh (baby sitter) yang baik keterampilanya, jujur dan terpercaya.
Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar