Mendiamkan Anak Yang Menangis, Ini 5 Tips Dari Umi

Leave a Comment

Tips dan Trik Mendiamkan Anak Yang Menangis

Nah kali ini umi akan memberikan tips tentang bagaimana sih cara nya untuk membuat anak yang menangis segera diam
Kadang Malah ingin Tertawa kalau Anak Menangisnya Model Begini

Anak yang menangis sering membuat kita panik, dan bahkan jadi jengkel jika terlalu lama. Apalagi jika si anak tersebut menangis dengan cukup lebay sampai berguling-guling hingga membuat orang sekitar pada menengok dan mencibir kita. Duhhh.. Pusing banget deh pokoknya.

Kita sebagai orang tua tentunya tidak ingin mendengar si buah hati menangis, namun apa daya.. Namanya juga anak-anak pasti deh dalam sehari kita akan mendengar dia menangis walau hanya sekali. Nah.. Inilah yang umi alami dengan si abang yang saat tulisan ini di posting masih berusia 3 tahun setengah. 

Tidak akan seorang anak menangis jika tidak ada sebab yang jelas (Yah walaupun kadang2 umi juga bingung kenapa si ni anak menangis). Pasti deh ada sesuatu yang menyebabkan dia merasa sedih, terancam ataupun malu sehingga bisa menangis bahkan sampai "kejer" (Ceuk orang sunda mah).

Umi sendiri, seringkali bingung tentang apa yang harus umi lakukan jika anak menangis. Untungnya suami umi, punya banyak trik yang alhamdulillah umi copy paste dan ajaib banget untuk membuat si anak diam. Bahkan dalam hitungan detik.. Hmm Ni suami umi, ajib deh kalau masalah mendiamkan si abang.

Berikut ini adalah beberapa trik, yang biasa Umi lakukan saat ini untuk membuat anak umi yang pertama segera diam ketika menangis :

1. Alihkan Perhatian Anak

Cara yang paling pertama umi lakukan untuk membuat anak umi segera diam ketika menangis adalah dengan mengalihkan perhatian si anak. Umi biasanya mencari suatu objek yang menarik untuk diperbincangkan. Yah tujuannya sih supaya si anak lupa dengan hal yang membuatnya menangis.

Nih sebagai contoh, ketika si abang menangis minta dibelikan mainan. Umi biasanya akan menunjukan hal yang lainnya. Biasanya umi bilang "Eh bang, itu liat kucingnya ngedeketin abang tuh mau makan kayaknya" (kebeneran biasanya ada kucing).

Dan ajaib, si abang yang senang dengan kucing akan langsung memperhatikan si kucing dan malah ikut mengomentari si kucing itu "Iya umi, kucingnya lapee (Lapar tapi si abang belum bisa bilang Rrr).

Cara mendiamkan anak dengan mengalihkan perhatian ini, adalah cara pertama yang umi coba. Dan tingkat keberhasilannya bisa dibilang 70%.

Bentuk pengalihannya bisa macam-macam, dari mulai memperlihatkan game di handphone. Menyalakan tivi, sampai menunjukan benda yang sebenarnya tidak ada. (Kadang-kadang umi nunjuk ke langit-langit dan bilang ada cicak.. padahal engga ada :p). yah pokoknya apa aja deh yang terlintas di pikiran umi. Yang penting bisa mendiamkan si abang ini.

Bun, Anaknya sering bertengkar ga?, Kalau iya Coba tengok ini deh :

2. Abang kan kuat!

Cara kedua ini, biasanya umi lakukan kalau anak umi, si abang ini jatuh atau terkena sesuatu yang mungkin cukup sakit. Dari pada menyalahkan barang yang menyakiti dia (seperti ibu-ibu yang mengkambing hitamkan barang barang lain ==> Tidak disarankan karena akan membuat anak suka menyalahkan orang lain), umi lebih sering bilang kalau abang kuat. 

Tips kedua ini, sering dilakukan sama abinya si abang. Biasanya abang main bola terus jatuh, nah abinya langsung bilang "Kuat.. Kuat.. Kuat.."

Eh.. si abang (Walau masih nangis), malah ikut bilang "kuat kuat" dan akhirnya ga berapa lama berhenti deh nangisnya dan langsung diam terus main bola lagi :).

Tips mendiamkan anak yang nomor dua ini, menurut abinya dapat membuat anak jadi memiliki self motivation dan membuat dia yakin bahwa dirinya kuat sehingga tidak gampang menangis. Hal ini terbukti ketika kadang-kadang si abang terpeleset dan akhirnya jatuh. Ehhh Si abang langsung ngomong "kuat kuat" dan diam sendiri deh..


3. Menakut-Nakuti Anak
Cara ketiga untuk mendiamkan anak ini sebenarnya tidak umi sarankan karena dapat membuat anak menjadi penakut. Dan hanya umi lakukan bila cara ke satu dan kedua sudah tidak berhasil lagi membuatnya diam.

Cari hal yang membuat anak takut, bisa tukang sampah (Kadang anak ada yang takut sama tukang sampah, karena dibilang culik tuh tukang sampah). Bisa nenek-nenek, bisa anjing, apapun deh yang membuat si anak sekiranya menjadi takut didatangi oleh hal yang dia takuti.

Walau begitu, sangat tidak disarankan untuk menakuti anak dengan sesuatu seperti mahluk halus. Karena dapat membuatnya menjadi benar-benar penakut nanti ketika dewasa.

Yang paling sering umi jadikan objek ketika si anak menangis adalah "Umi bilangin abi nih abang nangis mulu". Dan karena si abang takut kalau abinya tau dia nangis terus, biasanya si abang jadi langsung diam hanya dalam hitungan menit.

Bun, Lihat ini juga ya : Cara agar kita dihormati oleh anak

4. Peluklah Anak ketika menangis
Terkadang, ketika anak menangis karena tidak merasa aman dengan lingkungan sekitarnya. Dia merasa takut ataupun bingung. 

Disaat anak menangis karena hal tersebut, bunda dan mama bisa memeluk atau menggendongnya untuk menunjukan perhatian pada anak. Dengan cara ini anak akan merasa diperhatikan dan disayangi oleh orang tuanya. 

Cara memeluk anak ketika menangis dapat memberikan efek anak menjadi senang dan cinta pada orang tuanya. Namun jika terlalu sering menggunakan cara ini, dapat berakibat anak menjadi manja, dan selalu memerlukan orang tuanya.

5. Berikan hal yang dia senangi untuk mendiamkannya dari menangis
Ini dia cara mendiamkan anak yang terus menerus menangis
Nah Gitu dong bang.. Jangan Menangis terus

Cara kelima ini, butuh modal tersendiri. Dan baru umi ambil kalau cara 1-4 tidak berhasil, plus ada uang dikantong hehe..

Biasanya dengan mengajaknya ke warung atau minimarket lalu membelikan coklat ataupun nyam-nyam (si Abang suka nyam-nyam), akhirnya anak langsung diam dan jadi berubah moodnya jadi baik.

Mendiamkan anak yang menangis dengan cara kelima ini tidak boleh dilakukan dengan sering lho bun. Karena nantinya anak akan membuat tangisannya menjadi senjata supaya dia diberikan hal yang dia inginkan.

Kalau anak masih kecil sih mungkin hanya ingin permen atau ciki2an. Nah kalau terbawa sampai besar?? Nanti anak akan meminta motor, mobil, uang dalam jumlah banyak dengan cara merajuk.

Ga percaya?? Cukup banyak lho umi melihat tetangga umi yang memiliki anak SMP atau sudah SMA ngamuk-ngamuk minta dibelikan motor. Atau bahkan ada yang sampai sakit demam sangking pinginnya dibelikan hal yang dia mau.. Nah makanya jalan kelima ini sebisa mungkin harus dihindari. Karena akan membuat anak kolokan dan bisa menjad bumerang buat kita bun.

Kesimpulannya
Umi yakin deh, banyak para bunda, mama dan umi yang lain yang punya segudang trik untuk mendiamkan anaknya yang menangis juga. Nah.. Makanya yuk kita ngobrol aja bareng.. (Sekalian umi nambah temen :) )

Eh.. Ga terasa sepertinya sudah jam 4 sore nih bun. Dan si abang dan adeknya udah pada bangun tidur. Yah.. Kita harus berpisah ya bun.. 

Terima kasih sudah mau membaca tulisan umi tentang Tips Mendiamkan Anak yang Menangis. Sampai jumpa di postingan sahabat-umi.com yang lain :)


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar